•☺• Selamat Datang di Rumah Cerita 'Blognya mahasiswa TI yang lebih suka menulis cerita' <<<<<•☺•ECHY FACTS•☺•>>>>> Gue suka FC Barcelona •☺• Golongan darah gue A •☺• Lebih suka film genre Thriler daripada Horror •☺• Jangan lupa follow twitter Echy @cieEchy •☺• Echy itu Mandiri dalam arti sebenarnya dan juga dalam arti mandi sendiri •☺• Pengin punya Apartemen, moga kesampean #AMIN •☺• Penampilan Kampungan Wawasan Internasional •☺• Lebih suka ngelamun daripada ngelantur •☺•

Kamis, 10 November 2011

Sayembara Cinta Tiara [Part 6]


Sayembara Cinta Tiara Part 6

Denny meraih tangan Tiara dan memandunya duduk di sebuah kursi di dalik meja. Kemudian Denny juga duduk di kursi yang lain. Temaram cahaya lilin membuat suasana makin romantis. Sama seperti dinner dibawah sinar bulan dengan penerangan cahaya lilin. Sungguh sama seperti halnya dinner romantis di restoran-restoran.
“Lo yang nyiapin ini semua?”, tanya Tiara terkesan dengan semua ini.
Denny mengangguk tanpa ragu lalu menuangkan soft drink di gelas wine milik Tiara dan miliknya. Nggak butuh wine karena memang itu kayaknya terlalu wah buat lidah orang asli Indonesia seperti mereka.
“Sekarang ini bukan dinner jadi lo nggak perlu khawatir gendut”, ledek Denny.

Tiara tersenyum lebar, “Bukannya takut gendut, gue cuman nggak biasa makan malem. Tiap hari gue cuman makan nasi siang doang. Selebihnya gue cuman ngemil”, ucap Tiara sambil memotong steak yang ada dihadapannya.
“Gue tahu. Lo nggak suka sarapan juga kan, itu gara-gara lo sering bangun kesiangan”, ucap Denny lagi.
Tiara malu, dari mana Denny tahu tentang semua itu. Yang jelas dia langsung berfikir kalau pasti Tika dan Bayu yang memberi tahunya tentang kebiasaan buruknya itu.
“Lo itu beda ya dari cewek-cewek yang lain. Lo apa adanya, konyol, cuek, dan nggak tahu malu”, timpal Denny sambil yang kemudian meletakkan pisau dan garpu di meja. Lalu menopang dagunya.
Tiara melahap makanannya, “Nggak tahu malu?”, tanyanya meminta penjelasan.
“Iya. Nggak tahu malu. Belum gue suruh makan, lo malah sudah makan duluan!”, tukas Denny.
Membuat Tiara tersedak. Buru-buru Tiara mengambil minum, Denny bukannya membantu malah tertawa melihat Tiara yang salah tingkah dan tersedak tadi.
Sekarang Tiara malah ngambek, dia mencoba menutupi rasa malunya dengan berpura-pura sebel dengan ulah Denny tadi. Dia beranjak dari tempat duduknya hendak pergi dari tempat romantis itu. “Please, hold me”, benaknya sambil memejamkan mata.
Tiba-tiba dia merasakan pergelangan tangan kirinya dipegang oleh Denny dan langsung oleh Denny tubuh Tiara diputar menghadapnya. Denny mendaratkan sebuah kecupan dikening Tiara, membuat Tiara seperti meleleh, dia diam nggak bisa bergerak.
“Gue sayang banget sama lo. Gue harap lo nggak akan pernah pergi ninggalin gue. Gue mau lo jadi pacar gue”, ucap Denny dengan wajah yang begitu serius.
Kedua tangan Denny menggenggam erat kedua tangan Tiara yang gemetaran.
“Gue tahu mungkin ini semua terlalu cepat buat lo. Tapi asal lo tahu, sudah dari dulu gue suka sama lo”, lanjut Denny mencoba meyakinkan Tiara. “Gue harap lo mau terima gue yang buruk ini buat jadi cowok lo”, ucap Denny makin serius kemudian dia mencium kedua punggung tangan Tiara.
Beberapa saat kemudian semuanya terdiam, Denny nggak berkata-kata lagi, Tiara ingin berbicara tapi sedikit terasa sulit. Mata Denny kembali meyakinkan keseriusannya. Dan sedetik kemudian Tiara bersiap untuk memberikan jawaban.
“Gue yang nggak sempurna ini mau terima lo jadi pacar gue”, jawab Tiara dengan suara gemetaran.
Denny tersenyum senang setelah mendengar jawaban dari Tiara. Lalu Denny menyium kening Tiara dengan penuh perasaan cinta yang begitu mendalam.
---
Nggak seperti biasanya yang selalu bangun kesiangan. Pagi ini Tiara bangun lebih awal dari biasanya karena tadi Denny membangunkannya, dia malu nggak bisa bangun pagi tapi buat Denny itu nggak masalah. Denny juga menyuruh Tiara untuk nggak membawa mobil hari ini, denny akan menjemputnya dan mengantar Tiara ke kampus. Karena memang keduanya sama-sama ada kuliah pagi.
“Tumben kamu bisa bangun pagi, ikut sarapan pula”, tukas Papah yang melihat Tiara turun dari lantai dua rumahnya.
Tiara terseringai, “Berubah jadi baik nggak ada salahnya kan Pah, Mah”, ucap Tiara yang kemudian duduk bersama kedua orang tuanya dan sarapan bersama.
Untuk kali pertamanya lagi Tiara sarapan bersama dengan kedua orang tuanya. Dan lagi-lagi Papah dan Mamah membahas mengenai orang yang akan dijodohkan pada Tiara. Sepertinya Papah dan Mamah sudah cocok dengan calon yang mereka punya itu.
“Ntar siang mau ya ketemu sama calon dari Papah sama Mamah”, ucap Papah.
Tiara menggelengkan kepalanya, “Tiara sudah punya pacar”, jawab Tiara singkat.
Membuat Papah dan Mamahnya terlihat senang sekali.
“Kalau gitu ajak dia kesini, kenalin sama Papah sama Mamah juga”, lanjut Papah memaksa.
Tiba-tiba terdengar suara bell, mbok Odan membukakan pintu dan ternyata Denny yang datang.
“Siapa mbok?”, tanya Mamah.
Mbok Saodah mendekat kemeja makan dan membiarkan Denny menunggu diruang tamu.
“Namanya Denny, katanya nyariin non Tiara”, ucap mbok Saodah dengan logat sundanya yang khas.
Tiara tersedak seketika saat mendengar nama Denny. Melihat Tiara yang salah tingkah, Mamah langsung bergegas ke ruang tamu saat Tiara sedang minum untuk mengobati tersedaknya.
Beberapa saat kemudian Mamah menggandeng Denny ke ruang makan dan mengajak Denny sarapan bersama. Tiara makin salah tingkah dan terus bergumam nggak jelas saat menyuruh Denny duduk disamping.
“Haduuuh, ngapain lo masuk kesini. Harusnya lo tunggu gue aja diluar”, gerutu Tiara salah tingkah.
“Sudah lah Ra. Biarin Denny sarapan bareng kita”, ucap Papah ringan.
Mamah mengambilkan nasi goreng untuk Denny.
“Makasih tante”, ucap Denny manis.
“Sudah ayo dimakan”, Mamah kembali duduk.
Papah sudah selesai dengan makanannya, “Ayah sama Bunda kamu sudah tahu mengenai hubungan kalian?”, tanya Papah yang kelihatan akrab.
Tiara menyadari itu, ada sesuatu yang nggak dia tahu, “Papah sama Mamah kenal sama orang tuanya Denny?”, tanya Tiara.
Papah dan Mamah mengangguk.
“Lah ini Denny, orang yang Papah sama Mamah mau jodohkan sama kamu”, Papah melanjutkan kalimatnya.
Tiara terkejut. Dia benar-benar nggak menyangka Denny adalah orang yang selama ini Papah dan Mamah maksud. Dia benar-benar malu karena selama ini dia secara nggak langsung menolak Denny sebelum melihat gimana Denny itu sebenarnya. Ternyata Denny Hilmantio Farizi yang duduk disampingnya yang merupakan pacarnya ini adalah cowok yang dijodohkan dengannya.
Ini yang namanya kalau jodoh ya gimanapun caranya pasti akan bertemu. Kemudian Denny mengelus-elus lembut rambut panjang Tiara dihadapan kedua orang tua Tiara, mencoba menenangkan Tiara yang masih ternganga karena mendengar kenyataan ini.
---
Kebiasaan baik Tiara yang baru yaitu bangun pagi. Akhirnya dia bisa bangun pagi sendiri, tanpa bantuan dari Denny yang setia membangunkan Tiara dari tidurnya. Ini membuat setiap paginya Tiara bisa sarapan bersam kedua orang tuanya.
Selesai sarapan dan berpamitan, Tiara berangkat kekampus. Mengemudikan mobilnya sendiri dengan kecepatan layaknya pembalap. [alay-red]
Cukup dua puluh menit dia sampai di kampus. Dia parkir disamping mobil Bayu yang sudah terparkir disitu dari tadi. Tiara berjalan sendirian menuju kelasnya, dalam perjalanannya dia terus di hantui oleh pandangan-pandangan sinis dan tajam dari orang-orang disekitarnya. Orang-orang yang sering mengeluh-eluhkan Denny.
Tapi Tiara mencoba mengacuhkan pandangan sinis yang tertuju kearahnya itu. Dia berjalan dengan tenang menuju kelasnya yang ada di lantai dua gedung kampus yang megah itu.
Sampai di kelas Tiara langsung duduk disamping Tika yang sudah sampai di kelas dari tadi.
Tiara mendesah payah dan meletakkan tasnya dengan cepat di atas meja.
“Lo kenapa?”, tanya Tika.
“Kuping gue panas. Kayaknya banyak orang yang ngomongin gue. Tadi juga waktu gue jalan kesini, pandangan orang-orang ke gue berasa aneh”. Jawab Tiara menjelaskan apa yang dia rasakan pagi hari ini.
“Itu gara-gara mereka tahu lo itu jadian sama Denny!”, timpal Tika sambil memperbaiki posisi duduknya.
Tiara menoleh keheranan, “Kok bisa gitu?”, tanya Tiara nggak ngerti.
“Terang aja. Denny kan jadi idola di kampus, pasti mereka nggak rela Denny punya pacar”, Tika mencoba menjelaskan.
“Emangnya separah itu ya?”, Bayu ikutan nimbrung.
Tika mengangguk semangat, “Kemarin waktu gue di toilet, gue denger mereka lagi mbahas tentang hubungan Denny sama Tiara. Mereka nggak rela Denny jadian sama Tara”, lanjut Tika menjelaskan.
“Sampai kayak gitu?”, tanya Tiara belum percaya juga.
Tika kembali mengangguk, “Mereka terobsesi banget sama yang namanya Denny Hilmantio Farizi. Emang dia bukan artis di dunia entertaiment, tapi dia artis di kampus ini. Semuanya mengeluh-eluhkan dia”, lanjut Tika kembali mengungkapkan fakta yang ada. “Lo harus hati-hati Ra”, ucap Tika waspada.
Tiara terlihat sedikit takut tapi dia berusaha kembali bersikap biasa saja untuk menghadapi masalah ini. Dia percaya semuanya akan baik-baik saja, karena dia yakin nggak ada yang salah antara hubungannya dengan Denny yang sudah diketahui banyak orang.
Dosen memasuki kelas. Suasana kelas yang tadinya riuh berubah menjadi sunyi, semuanya fokus pada dosen itu. Mereka semua siap untuk mendapatkan transferah pengetahuan dari dosen yang baru pulang dari Australia itu.
To be continued....



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...