•☺• Selamat Datang di Rumah Cerita 'Blognya mahasiswa TI yang lebih suka menulis cerita' <<<<<•☺•ECHY FACTS•☺•>>>>> Gue suka FC Barcelona •☺• Golongan darah gue A •☺• Lebih suka film genre Thriler daripada Horror •☺• Jangan lupa follow twitter Echy @cieEchy •☺• Echy itu Mandiri dalam arti sebenarnya dan juga dalam arti mandi sendiri •☺• Pengin punya Apartemen, moga kesampean #AMIN •☺• Penampilan Kampungan Wawasan Internasional •☺• Lebih suka ngelamun daripada ngelantur •☺•

Sabtu, 12 November 2011

Sayembara Cinta Tiara [Part 8]


Sayembara Cinta Tiara Part 8

Hari masih pagi sekali tapi Tika sudah ada di rumah Tiara. Dia khawatir dengan sahabatnya itu yang katanya hari ini nggak bisa berangkat kuliah karena sakit. Tiara yang kemarena hujan-hujanan sekarang merasa nggak enak badan, semalam dia demam dan pagi ini baru turun panasnya.
“Lo kayak anak kecil aja deh, pake acara hujan-hujanan segala!”, tukas Tika yang sekarang sudah duduk di samping Tiara.
Tiara menyimpulkan sebuah senyum lalu membenarkan posisinya, dia bubuk bersandar di ranjangnya, “Gara-gara lo pulang duluan nih”, timpal Tiara nggak mau kalah lalu menceritakan apa yang kemarin terjadi padanya.

Tika benar-benar dibuat terkejut dengan apa yang Tiara ceritakan kepadanya, Tika menyesal karena kemarin minta pulang duluan dan meninggalkan Tiara sendirian. Kalau aja kemarin dia pulang bareng Tiara, setidaknya kejadian seperti kemaren nggak akan terjadi.
“Tapi sekarang kondisi lo sudah baikan kan?”, tanya Tika memastikan sambil menggerayangi tubuh Tiara.
Tiara tertawa geli, “Gue baik-baik aja”, jawabnya ringan.
Lalu Tiara beranjak dari tempat tidurnya.
“Lo mau kemana?”, tanya Tika sambil membantu Tiara berdiri.
“Gue mau mandi”, ucap Tiara singkat lalau berjalan kearah kamar mandi yang ada dikamarnya.
Tika membantunya mengambilkan handuk lalu setelah Tiara masuk ke kamar mandi dia mulai membantu Tiara merapikan tempat tidurnya.
“Bunda, Ayah ayo dong, sudah kesiangan nih”, ajak Denny pada kedua orang tuanya.
Sepertinya hari ini mereka akan berangkan ke suatu tempat bersama-sama, Ayah dan Bunda berpakaian lebih rapi dari biasanya, begitu juga dengan Denny.
Dua puluh menit kemudian Tiara keluar dari kamar mandi, lalu mulai berganti pakaian setelah menyuruh Tika membaca majalah dengan serius. Hari ini Tiara memakai dress lagi karena memang dia masih kesusahan memakai celana jeans yang membuat pergelangan kakinya terasa sakit lagi.
Ada suara berisik orang membuka pintu, ternyata mbok Saodah yang membawakan sarapan untuk Tiara dan Tika. Semangkok bubur, beberapa lembar roti gandum, selai strobery, dua gelas susu putih, dan gua gelas air putih. Dengan susah payah mbok Odah membawakannya dan lalu meletakkannya di meja belajar Tiara.
“Makasih mbok”, ucap Tiara dan Tika bersa-sama.
“Sama-sama non”, sahut mbok Odah yang kemudian keluar dari kamar Tiara.
Terlihat Tiara sedang merapikan buku-bukunya, memasukannya dalam tas.
“Lo mau kuliah?”, tanya Tika.
Tiara mengangguk, “Iya dong”, jawabnya singkat lalu menutup tasnya dan mulai beralih ke sarapannya, membawanya ke meja balkon yang ada di kamarnya.
Tika mengikutinya.
Mereka sarapan bersama di balkon, keduanya duduk berhadapan.
Lagi-lagi terdengar suara berisik dari arah pintu kamar Tiara, ternyata ada Denny. Dia masuk tapi nggak melihat orang disana, lelu dia mengalihkan pandangannya ke balkon dan melihat ada Tiara dan Tika disana yang lagi sarapan.
“Udaranya masih dingin”, ucap Denny sambil memakaikan jaket pada Tiara.
Tiara tersenyum senang kearah Denny.
“Pagi banget lo kesini kak”, terdengar lebih seperti pernyataan yang di ungkapkan Tika.
Denny tersenyum lalu dia menarik kursi kecil didekatnya lalu mendudukinya, merebut manarik mangkok yang ada dihadapan Tiara kearahnya dan meraih sendok yang lagi dipegang Tiara.
“Aaaa”, Denny berusaha menyuapi Tiara.
Membuat Tika cemberut karena terlalu iri, yang lebih di sayangkan lagi Bayu nggak ke rumah Tiara, dia akan langsung pergi kekampus dan baru akan bertemu dengan Tika disana.
“Lo ada kuliah pagi kan?”, tanya Tiara ringan pada Denny.
Denny mengangguk, “Tapi kayaknya gue nggak berangkat”, jawabnya yang menudian menyuapi Tiara lagi.
Alis Tiara terangkat sebagai gantinya menanyakan kenapa.
“Gue mau jagain lo disini”, lanjut Denny serius sambil menyuapi lagi.
Tiara baru menelan makanannya, “Jagain gue disini? Buat apa? Jagain gue tuh di kampus!”, tukas Tiara sambil cemberut.
Denny sedikit tertawa lalu mengacak-acak lembut poni Tiara, “Hari ini kan lo nggak kuliah jadi ya gue jagainnya di rumah”, lanjut Denny mencoba menjelaskan.
“Tapi sayangnya gue berangkat kuliah hari ini”, lanjut Tiara tanpa beban yang langsung bangkit dari tempat duduknya dan beranjak masuk kekamarnya dan meraih tasnya.
Tika mengikuti sahabatnya itu, dia juga meraih tasnya.
“Tapikan lo masih sakit”, ucap Denny sambil meletakkan mangkok bubur yang dia pegang ke meja dan berjalan memasuki kamar.
“Makanya lo berangkat kuliah juga biar bisa jagain gue yang masih sakit!”, timpal Tiara yang kemudian keluar dari kamarnya diikuti Tika dan juga Denny.
Sampai di lantai satu rumahnya, Tiara dikejutkan dengan dua orang tamu yang datang pagi-pagi itu.
“Tiara berangkat dulu ke kampus Mah, Pah”, pamit Tiara yang kemudian mencium punggung tangan kedua orang tuanya.
“Tapikan kondisi kamu masih lemah, nggak usah berangkat kuliah dululah”, timpal Mamah nggak setuju dengan Tiara yang berangkat ke kuliah.
Seorang tante yang duduk di samping Mamah menyauti, “Tapi Denny yang akan nganterin kamu kan?”, tanya tante itu yang kelihatannya kenal dengan Denny dan tentu saja kenal dengan dirinya juga.
Tiara nggak langsung mengangguk, Denny datang, “Tenang aja Bunda, Denny pasti akan jagain Tiara”, ucap Denny seketika.
Tiara melongo, dia terkejut dan menoleh kearah Tika yang juga melongo, lalu dia menoleh kearah Denny yang kemudian tersenyum kearahnya yang masih terlihat terkejut.
“Jadi tante sama om ini...”, ucap Tiara mulai menyimpulkan.
Denny menyela kalimat Tiara, “Mereka orang tua gue”, ucapnya ringan.
Dengan cepat Tiara bersalaman dan mencium punggung tangan kanan orang tua Denny itu. Terlihat Bunda Denny suka terhadapnya, Ayahnya juga sama. Mereka terlihat senang melihat Tiara, tapi Tiara sedikit merasa malu karena dia ingat tentang perjodohan yang selalu dia tolak mentah-mentah tanpa tahu siapa yang dijodohkan padanya.
---
Siangnya dikantin. Kali ini Tiara males buat makan siang kayak biasanya, dia memilih memakan roti dan jus jambu saja. Tika dan Bayu mulai menikmati makanan mereka. Tiara masih takut dan terbayang-bayang kejadian kemarin, jadi kalau kemana-mana sekarang dia nggak berani sendiri.
Tiba-tiba ada dua tangan yang dia kenal menepuk kedua pundaknya, dengan cepat dia menoleh kearah belakangnya, ternyata benar, itu Denny. Tiara tersenyum lalu menyuruh Denny untuk duduk disampingnya.
“Cuman makan roti?”, tanya Denny sambil merapikan posisi duduknya.
Tiara mengangguk dan mulai memakan rotinya lagi.
“Oh ya, gue sudah pernah bilang belum tentang rencana pertunangan kita?”, ucap Denny.
Tiara lagi-lagi tersedak karena terkejut dengan apa yang Denny katakan, dengan cepat Denny memberikan Tiara minuman untuk memulihkannya.
“Kebiasaan buruk lo nih, tersedak!”, timpal Denny sambil membantu memegangkan gelas minumannya Tiara.
Dia kembali seperti semula tapi sekarang dibuat manyun karena perkataan Denny tadi.
Denny menyadari perkataannya tadi salah, “Maaf”, ucapnya manis.
Beberapa detik kemudian Tiara luluh, akhirnya.
“Maksud loe apa kak tentang pertunangan tadi?”, tanya Tika mencoba mengarahkan pembicaraan.
“Oh ya, kalian jangan lupa datang ke acara pertunangan gue sama Tiara ya. Minggu depan acaranya”, jawab Denny bersemangat.
“Minggu depan?”, Tiara dibuat terkejut lagi tapi kali ini nggak diiringi sama tersedak lagi.
Denny mengangguk, “Jadi lo bener-bener belum tahu?”.
Tiara menggelengkan kepalanya pelan, “Gue nggak tahu”, jawabnya polos.
“Tadi pagi Ayah sama Bunda ikut kerumah lo itu pengin bahas tentang kita. Dan saat mengutarakan ide mereka tentang pertunangan kita, Papah sama Mamah lo langsung setuju”. Denny mencoba menjelaskan maksud lain yang terjadi pagi tadi.
Tiara terdiam setelah meneguk kembali jus jambunya, dia bingung seketika itu juga.
“Jangan bilang lo nggak mau tunangan sama gue?”, tanya Denny lemah dengan raut wajah memelas.
Denny menyentuh dagu Tiara diarahkan untuk menghadap pada Denny.
“Gue mau”, ucapnya singkat membuat Denny tersenyum senang, “Tapi kok cepet banget ya? Minggu depan?”, tanyanya masih nggak percaya.
Denny melepaskan dagunya dan manyun kearahnya.
---
Seminggu kemudian, dirumah Tiara ada acara yang cukup meriah. Acara pertunangan antara Tiara dengan Denny. Pesta kelas atas yang cukup banyak dihadiri tamu, rekan-rekan bisnis kedua orang tua Tiara dan Denny, beberapa teman Denny dan juga Tiara.
Semuanya terlihat menikmati acara yang diset indah itu.
Nggak lama kemudian Tiara turun dari lantai dua rumahnya dengan menggunakan gaun warna magenta yang sangat cantik, riasan diwajah dan rambutnya juga menambah kecantikkannya, membuat mata yang memandangnya langsung terpesona.
Termasuk Denny yang terus melihat kearah Tiara yang sedang menuruni tangga digandeng oleh Tika.
Ayah dan Bunda sedikit tertawa geli saat melihat anak laki-laki mereka itu sangat terpesona dengan Tiara. Papah dan Mamah tersenyum senang saat melihat Tiara berjalan mendekat kearah mereka, anak mereka itu terlihat cantik sekali.
Denny mendekat kearah Tiara lalu meminta tangannya diiringi dengan senyuman menawan. Tiara juga tersenyum lalu meletakkan tangan kanannya di tangan kiri Denny dan keduanya berjalan kearah tempat mereka bertukar cincin.
Kakak perempuan Denny membawakan cincin pertunangan mereka berdua saat keduanya sudah berada di atas mimbar.
Dengan masih tersenyum Denny menyelipkan sebuah cincin di jari manis tangan kiri Tiara, kemudian Tiara juga melakukan hal yang sama, dia menyelipkan cincin yang sama dijari manis Denny. Lalu dengan sangat gembira Denny mencium kening Tiara dengan mesra. Membuat para tamu yang hadir tersenyum senang.
Bayu dan Tika terlihat senang dengan acara itu, untung saja mereka merencanakan yang namanya sayembara buat mencari pacar buat Tiara. Kalau enggak mungkin aja mereka masih belum akrab dan saling menutupi perasaan mereka, dan Tiara jelas masih ogah-ogahan untuk dijodohkan.
***T.A.M.A.T***


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...